5 Tips Memilih Tenda Gunung Ultralight

tips memilih tenda ultralight
Tenda merupakan rumah kita ketika di gunung, home sweet home

Memilih tenda untuk camping di gunung itu gampang-gampang susah. Ada segitiga ekonomi yang tanpa kita sadari muncul di hampir semua barang. Secara garis besar, ada 3 aspek utama dalam pemilihan tenda gunung menurut saya, yaitu bobot, material, dan harga. Maka akan berlaku kondisi seperti berikut :

  • Jika bobot ringan dan material kuat, maka harga akan mahal.
  • Jika bobot ringan dan harga murah, maka material ringkih.
  • Jika material kuat dan harga murah, bobotnya berat.

Artikel ini adalah artikel lanjutan dari artikel 10 tips memilih tenda gunung, jika pada artikel tersebut saya masih memberikan tips memilih tenda secara umum. Pada artikel kali ini, saya akan membahas khusus untuk tenda ultralight.

Mengapa Tenda Ultralight?

Karena pada pendaki di masa sekarang perlu bobot tas carrier yang lebih ringan. Sehingga bisa membawa benda sekunder lainnya ketika di gunung. Dengan bobot tenda ultralight yang berselisih 1-3 kilogram, saya rasa ini menjadi faktor yang membuat semangat menabung muncul. 1 kilogram itu sama dengan kamera DSLR entry level dengan lensa kit.

tips memilih tenda ultralight
Rasanya kalau ingat masa proletar seperti ini, badan terasa pegal dan perlu pijat.

Belum lagi dengan peralatan primer pendakian gunung lainnya yang juga mengusung konsep ultralight seperti tas carrier, cooking set, matras, hingga sleeping bag. Jika masing-masing peralatan memiliki selisih 0,5 kg saja dari bobot normalnya, maka bisa dibayangkan betapa nikmatnya perjalanan pendakian tanpa mengorbankan faktor keselamatan dan kenyamanan.

Tips memilih tenda ultralight

Ada 5 faktor utama yang harus diperhatikan dalam memilih tenda ultralight menurut saya, mari seduh kopi untuk menyimak dengan seksama. Karena membeli tenda ultralight itu perlu ketenangan pikiran dan ketebalan dompet.

1. Berapakah Berat Tenda Ultralight?

Saya sempat tertawa saat ada perdebatan di sebuah group facebook mengenai berat sebuah tenda ultralight. Entah, rasanya seperti debat kusir, dan seperti biasa, pasti ada netizen bar-bar yang ngegas di kolom komentar.

tips memilih tenda ultralight
Bobot semua hanya sekitar 2,5 kg untuk tenda kapasitas 3 orang, sudah termasuk foot print juga lho.

Sudahlah, jangan ambil pusing masalah angka di timbangan akan sebuah tenda ultralight. Tentunya tenda ultralight dengan kapasitas 1 orang akan memiliki berat yang berbeda dengan yang berpasitas 6 orang.

Baca Juga :  4 Tips Lengkap Memilih Sleeping Bag, Pendaki Wajib Baca !!!

Sejauh pengamatan saya, bila membandingkan dengan kapasitas yang sama. Sebuah tenda biasa dengan tenda ultralight biasanya memiliki perbandingan antara 2:1 hingga 3:1. Jadi semisal sebuah tenda biasa memiliki berat 4 kilogram, maka idealnya seri tenda ultralight-nya berkisar di angka 2 kilogram.

Intinya, jangan terlalu terpaku dengan angka timbangan. Tidak usahlah memusingkan diri dengan angka berat pada sebuah tenda ultralight.

B. Jumlah Lapisan Tenda yang Disarankan

Jumlah lapisan pada sebuah tenda ultralight bisa disesuaikan dengan lokasi dimana tenda itu akan digunakan. Jika hanya sekedar untuk beristirahat secara ringan di waktu cuaca jarang hujan, maka penggunaan single layer sebenarnya sudah cukup. Karena hanya digunakan untuk menahan angin dan hujan yang tidak seberapa lama.

tips memilih tenda ultralight
Lapisan inner yang terpasang dengan frame tenda
tips memilih tenda ultralight
Lapisan fly sheet / rain fly ( lapisan outer ) yang sudah terpasang. Lebih meyakinkan untuk menghadapi hujan.

Namun berbeda jika penggunaannya di gunung, terlebih dengan cuaca yang sering hujan deras. Tenda ultralight dengan double layer wajib digunakan di lokasi semacam ini. Fungsi utamanya jelas, untuk menahan agar air hujan tidak masuk ke kabin. Karena pasti akan terjadi pengembunan di bagian dalam dari lapisan terluar tenda.

Penggunaan single layer dan double layer tentu saja akan berpengaruh dalam berat total dari sebuah tenda. Jadi bijaklah memilih sebuah tenda ultralight sesuai dengan kegunaannya.

3. Material Lapisan yang Cocok Untuk Iklim Indonesia

Bagian tenda yang menggunakan fabric secara umum terbagi menjadi 3 bagian, fly sheet, inner, dan alas tenda.

Untuk bagian fly sheet atau rain fly, paling banyak ditemukan tenda ultralight dengan menggunakan bahan nilon dan polyester. Perlu diperhatikan saja kalau bahan nilon akan lebih mahal ketimbang polyester, maklum saja karena biasanya bahan nilon untuk peralatan outdoor dilapisi lagi dengan lapisan silikon yang tidak bisa diimplementasikan di bahan polyester.

tips memilih tenda ultralight
Contoh bahan polyester, terlihat lebih kusut daripada nylon, lebih kasar daripada nylon, tapi lebih murah untuk daya tahan yang tidak jauh berbeda.

Sekedar informasi saja, bahwa bahan nilon akan meleleh ketika terkena panas api, sedangkan polyester akan menyusut. Dari daya tahan terhadap api, nilon lebih cepat mengijinkan api untuk melahapnya daripada polyster.

Baca Juga :  Diary Media Sosial

Namun, bahan nilon terasa lebih halus ketika dipegang, apa ya istilahnya, nature feeling-nya dapatlah gitu ketika dipegang. Kalau polyester akan terasa artificial sekali, walaupun keduanya memang buatan semua, hanya proses pembuatannya saja yang berbeda.

Saran saya, ambillah bahan polyester untuk mendapatkan harga tenda yang lebih murah. Namun jika ada dana lebih, tidak ada salahnya mengambil tenda dengan bahan nilon yang terlapisi silikon, akan lebih mampu mempertahankan bentuknya terhadap jenuh saat dihujani semalaman suntuk.

Untuk bagian inner tenda, hindari tenda dengan bahan inner yang sebagian besar adalah mesh atau jaring, seriusan bro, gak bikin hangat tenda yang seperti ini. Carilah yang maksimal jaringnya hanya sekitar 30%, itupun hanya di bagian atas saja, karena jika di bagian bawah terbuat dari jaring juga, maka angin dari luar yang melipir melalui celah fly sheet akan mengenai tubuh anda secara langsung.

tips memilih tenda ultralight
Bagian atas dan belakang berupa jaring ( mesh ), bagian samping kain rapat, dan bagian alas berbahan polyester, bye bye terpal.

Bagian alas, pada tenda gunung ultralight sudah tidak ada yang menggunakan terpal setahu saya. Memang terpal adalah material yang kuat, namun berat dan memiliki dimensi yang lumayan. Terlebih itu, daya tahan terhadap air masih kalah dengan polyester. Namun untuk melawan kerikil dan batu, terpal tetaplah juara. Solusinya, pakailah footprint tambahan sebelum membuka tenda, sehingga alas tenda akan lebih awet.

Jadi, sudah paham kan bagaimana memilih bagian fly sheet, inner dan alas tenda kan?

4. Material Frame dan Pasak Harus Diperhatikan

Untuk bagian frame dan pasak tenda ultralight, paling umum adalah terbuat dari material aluminium alloy. Untuk frame yang membedakan antara satu tenda dengan tenda lainnya adalah diameter dari frame tersebut. Paling banter adalah lapisan coating tambahan yang katanya membuatnya lebih awet, katanya.

tips memilih tenda ultralight
Frame aluminium benar-benar membawa perubahan besar dalam angka timbangan, juga hampir mustahil untuk patah, paling hanya bengkok itupun jika keterlaluan saat memakainya.

Namun pada beberapa tenda ultralight premium, bahan frame aluminiumnya lebih ringan daripada frame aluminium alloy yang dijual bebas di pasaran. Produsen tenda ultralight seperti ini biasanya memiliki divisi untuk Research and development sendiri.

Baca Juga :  Cara Mempersiapkan Survival Kit yang Baik dan Tepat
tips memilih tenda ultralight
Lihat pada bagian yang saya lingkari, berbentuk huruf Y kan?

Untuk pasak tenda, walapun sama-sama bermaterial aluminium, namun pemilihan desain pasak sangat menentukan kualitas dan ketahanan saat digunakan. Jika ada dana lebih, carilah pasak dengan bentuk Y, seperti pada foto yang saya unggah di bawah ini. Dibandingkan bentuk V atau bentuk biasa, bentuk Y paling sulit untuk bengkok. Pastikan saja ada lubang untuk meletakkan tali, agar saat mencabut pasak tidak terlalu merusak tanah.

5. Sistem Pemasangan Tenda yang Seperti Apa?

Saat saya pertama mengenal dunia outdoor, saya hanya tahun cara mendirikan tenda gunung adalah dengan cara sodok, yaitu memasukkan frame ke dalam lubang yang terdapat pada bagian luar tenda. Rupanya sistem pendirian tenda seperti ini sangat memakan waktu dan sulit untuk dilakukan seorang diri.

Walaupun ada tenda gunung ultralight dengan sistem pemasangan yang instant dengan menggunakan frame bermodel payung, namun menurut saya tetap kurang praktis dalam hal packing dan mobilitasnya. Memang cepat, cukup seperti membuka payung, lalu dikaitkan dengan frame lainnya agar terkunci.

tips memilih tenda ultralight
Setelah frame telah berdiri dan terkunci, tinggal saatnya memasang lapisan inner tenda dengan clip lock seperti ini, praktis dan cepat.

Sistem pemasangan dengan model clip lock adalah yang paling ideal menurut saya. Bisa dilakukan dengan cepat dan seorang diri. Biasanya tenda gunung ultralight dengan sistem pemasangan clip lock seperti ini juga bisa dipasang hanya fly sheet-nya saja, sehingga bisa menjadi shelter darurat atau bivak.

Itulah 5 faktor utama dalam pemilihan tenda ultralight, jika sudah memahami semua faktor tersebut, saya yakin Anda sudah memiliki gambaran tenda ultralight seperti apa yang akan dibeli. Saya telah membuat daftar rekomendasi tenda ultralight yang saya yakin cocok untuk Anda. Silahkan menuju ke artikel 7 Tenda ultralight dengan harga terjangkau dan berkualitas..

Jika ada saran, kritik atau pertanyaan, jangan ragu untuk meninggalkannya di kolom komentar ya. Biar kita diskusi bersama, siapa tahu jadi muncul spesifikasi tenda ultralight yang lebih mengerti pendaki indonesia.

Tabik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here